Sebagai gelandang bertahanan penuh pengalaman yang selalu menopang sebelum para penyerang lawan memasuki area bek, Xabi Alonso sangat dirasakan perannya masih belum tergantikan. Terbukti, hingga pada jornada 7 Liga BBVA, Real Madrid selalu kewalahan menghadapi serangan-serangan lawan. Fakta itu bisa terlihat ketika Real Madrid selalu kebobolan lebih awal di bawah menit ke-20 total di empat pertandingan dari tujuh pertandingan Liga BBVA.
Dengan bertambah parahnya cedera Xabi Alonso pada sesi latihan Agustus lalu, membuat sang manajer baru Real Madrid, Ancelotti, melakukan rotasi terhadap beberapa pemain yang sebenarnya tidak biasa mengisi peran Xabi. Sebelum pulihnya Illara, ada beberapa nama yang diproyeksikan untuk mengisis peran Xabi, seperti Khedira, Casemiro atau bahkan Modric. Yang kita tahu dari ketiga pemain tersebut tidak benar-benar dalam posisi yang sebenarnya jika mereka didaulat menjadi gelandang bertahan.
Ada sebuah nama yang disebut-sebut sebagai "The Next Xabi", dan perannya sebagai gelandang bertahan pun bisa diandalkan. Yep! Illarramendi! Kerja bagusnya mulai terlihat ketika Derby Madrid pekan lalu. Namun, Illarramendi harus dirtarik keluar pada babak kedua. Dengan penerapan formasi 4-4-2 pada derby kota Madrid lalu, Illarra divonis tidak melakukan kerja terbaiknya.
Illarramendi masih butuh waktu untuk bisa menyatu dengan Real Madrid. Karena Illarra baru saja pulih dari cedera panjang yang membuatnya absen sejak pramusim lalu dan tercatat baru beberapa kali aja ia comback bersama skuad di pertandingan resmi.
Well, We need a change, Carlo. Real Madrid tidak pernah sesuai dengan formasi 4-4-2. Mungkin udah waktunya kembali lagi ke formasi ASLI Real Madrid, 4-2-3-1 dan memaksimalkan Illarra sebagai gelandang bertahan. The Next Xabi.

