Selasa, 14 Januari 2014

Pemain Murni 100% Madridista kembali meraih Ballon d'Or

Tepatnya 54 tahun sudah Real Madrid tidak menyatakan salah satu yang terbaik di dunia (Ballon d'Or) dari kalangan 'asli' pemain Real Madrid sejak terakhir kali Di Stefano meraihnya pada tahun 1959.


Ballon d'Or Cristiano Ronaldo bukanlah yang pertama kali bagi Real Madrid. Tepatnya 54 tahun lalu, pemain yang 'asli' dari Real Madrid, Alfredo Di stefano-untuk kedua kalinya, mengangkat trofi ini untuk terakhir kali pada tahun 1959.

Setelah era Di Stefano dan Raymon Kopa yang terakhir kali angkat trofi Ballon d'Or, publik Bernabeu kembali menyaksikan Ballon d'Or di era Figo, Ronaldo dan Cannavaro. Namun tidak satupun dari tiga pemain tersebut mendapat penghargaan semata-mata hasil jerih payah ia peroleh bersama Real Madrid.Figo dinobatkan sebagai pemain terbaik tahun 2000 setelah bermain setengah musim bersama Barcelona . Hal yang sama terjadi dengan Ronaldo pada tahun 2002, yang memperoleh penghargaa setelah bermain setengah tahun di Inter, bahkan Piala Dunia di Korea dan Jepang yang sangat menentukannya Ronaldo memperoleh gelar itu karena membawa Brazil juara Dunia. Dan, Cannavaro di tahun 2006, Sama halnya dengan Ronaldo, Cannavaro memperoleh penghargaan itu setelah membawa Italia juara dunia 2006 yang sebelumnya juga bermain enam bulan di Juventus.

Cristiano 100% Madridista
Cristiano Ronaldo, memenangkan Ballon d'Or 2013 dengan hasil kerja kerasnya bersama Real Madrid selama hampir 5 tahun. Sehingga sangat tersa jika Cristiano 100% Madridista yang memenangkan gelar Ballon d'Or 2013 tersebut yang terakhir kali diciptakan 'murni' pemain Real Madrid oleh Di Stefano (1959). 59 gol bersama Real Madrid dan 10 gol untuk Portugal adalah gol yang ia ciptakan di tahun 2013 sekaligus menjadi modal penting bagi Cristiano dalam memenangkan gelar tersebut.

Pemain murni Real Madrid seperti Di Stefano meraih penghargaan Ballon d'Or pada tahun 1957 & 1959 dan Raymon Kopa pada tahun 1958, meraih penghargaan tersebut setelah menjuarai lima Piala Eropa (UCL) berturut-turut bersama Real Madrid.

Minggu, 05 Januari 2014

Real Madrid tawarkan kontrak baru dua tahun buat Xabi Alonso

"Hadiah Natal yang terindah bagi saya adalah perpanjangan kontrak baru Xabi dengan Real Madrid", -Don Carlo tempo hari lalu sebelum Natal.

Xabi terlihat berbicara dengan Ancelotti di sesi latihan
Kemaren, Cadena SER mengabarkan jika Xabi dan Real Madrid akan duduk dan membicarakan soal perpanjangan kontrak baru sekitar pekan depan. Xabi Alonso akan ditawarkan kontrak baru selama 2 tahun ke depan dengan opsi kenaikan gaji bersih 6 juta euro permusim (Saat ini gaji Xabi bersih 4 juta euro permusim).

Seperti apa yang dikabarkan media-media sebelumnya, Xabi ingin hengkang dari Madrid bukan persoalan uang ataupun masalah internal. Persoalan pribadi yang memicunya ingin hengkang. Sejak awal tahun baru kemaren (Rabu 01/01/2014), sebenarnya Xabi sudah bebas meneken kontrak baru dengan klub lain. Sesuai dengan undang-undang transfer. Namun sepertinya keinginan Xabi untuk hengkang sedikit meredup. Xabi tampak akan tetap di Real Madrid.

Ancelotti mengatakan pada pers setelah match vs PSG di Doha kemaren, "Kami percaya bahwa pada akhirnya kita akan menemukan solusi, klub dan pemain (Xabi)akan mencapai kesepakatan".

Publik Bernabeu juga pernah menunjukkan dukungan terhadap perpanjangan kontrak Xabi. Hal ini terlihat ketika Xabi menngantikan Illarramendi pada menit 58' vs Xativa, Desember 2013 lalu di ajang Copa del Rey. Para Madridistas yang menghadiri Bernabeu bersorak sorai menyambut Xabi Alonso, menyatakan dukungannya untuk perpanjangan kontrak Xabi.

Sejak Xabi kembali dari cedera 30 Oktober 2013 lalu (vs Sevilla), Real Madrid tidak pernah kalah dalam 11 pertandingan (9 wins, 2 draws, 0 defeat), mencetak 39 gol dan 13 kebobolan. Dari 11 pertandingan tersebut, Xabi rata rata sukses melakukan passing bagus sebesar 88%. Lebih tinggi dari pemain Madrid lainnya.

Sumber: AS